Ungkap Hati pada Sang Kekasih [still on Mary Magdalene]

Kusenandungkan kini bunyi persahabatan

Lebih kental dari ikatan cinta ragawi….

Kukidungkan dalam punca-punca samadi

 

Tergugah batin dalam biru hati dan ungunya warna cinta sejati…

Sementara jemari tak mampu lagi saling berbagi…

Luluh dalam kekosongan, meraup ketiada-adaan…

 

Ah…

Kekasih…

Sedangkan selendang yang menutup kepalaku masih seperti rengkuhan tanganMu

Angin hangat musim panas di pagi ini menghadirkan desah tiupan nafasMu

Dan kenangan gurat senyum bibirMu menghunjam menusuk hatiku….

 

Kemarin aku masih bersamaMu

Merenungi malam di tengah rindangnya taman

Di Getsemani, aku memandangMu

Yang sedih menakar kehidupan..

 

GetsemaniMu, adalah milikku..

Dan sungguh kuingin pula,

Mampu menangkupkan tanganku padaMu

Agar dinginnya goda jahat tiada kena padaMu…

Hangat diriMu dalam pelukku…

 

Adakah sup yang kuhidangkan padaMu menjadi wakil adaku ?

Ketika bersama semua sahabat Engkau menyantap hidangan yang kami sediakan ?

Telah kutaburkan didalamnya, racikan kasihku padaMu…

Dan betapa kuharapkan itu cukup menghangatkaMu

Sebagaimana hangat tanganMu akan selalu aku rindukan….

 

Kekasihku…

Hangat sapaanMu akan selalu terngiang…

Terpatri di tengah ruang hatiku…

Panggilan setiap kali kauinginkan aku mendekat padaMu

"Maria….., Maria…., Maria…."

Dan seakan…aku menjadi lautan yang telah menampung luapan kasih

Darimu….Kekasihku……

Komentar

Postingan Populer