Yang Pada Persimpangan
Kalau saat ini kau sedang ada di persimpangan sahabat...
Aku mohon izin menitip pesan, pilih jalan dengan ketenangan
Jangan kauburu keinginan,
Kadang, perih yang tertinggal tetap meninggalkan rasanya....
Jari-jarinya kadang menyapu bersih senyum dan tawa.....
Pergi meninggalkan kadang jadi pilihan mudah...
Juga nampaknya indah....
Tapi hati-hati....
Jangan-jangan kau salah melangkah....
Sahabat, aku bukan menggurui, akupun murid Yang Ilahi...
Aku ini murid dari kehidupan, murid seumur hidup...
Aku hanya bertitip harap,
bila pada suatu batang kehidupan, kau pilih untuk memotongnya,
Kau tanam batang itu agar muncul tunas hidup padanya...
Karena kalau tidak, perih dan sesal yang selalu terasa....
Tak pernah dapat kita menghilangkan bagian kehidupan
Itu satu rangkaian...
Karena, perih yang akan jadi mata rantainya...
Maka,
Biarkan hati terhibur oleh tunas makna yang kaupandang dan kaunikmati...
Pada setiap pilihan,
Semoga selalu kau bahagia....
Dengan itu daya hidup dapat membuatmu ringan berjalan...
Hari ini, aku diingatkan, bahwa satu titik ataupun iota hidup
Tak pernah akan terhapus..
Mungkin juga meski saat ini aku tak mengingatnya...
Sahabat, tapi ingatan kadang seperti lintasan peristiwa
Tanpa kita sadari kadang suatu saat apa yang terlupa itu muncul kembali...
Semoga, pada persimpangan itu,
Telah kau telaah tiap titik dan iota...
Agar senyum yang selalu kaubawa....
terima kasih atas nasehatnya romo..
BalasHapusbenar2 mendalam dan cocok buat aq saat ini..
memotong ranting dan akan mencoba untuk menanti tunas baru muncul...