as a prisoner of love
on Mrk 9:30-37
fikirku tertuju pada jejak guru seribu bangsa
kusebut saja demikian....
ia yang mengatakan bahwa dirinya adalah tawanan
karena akupun sedang merasa demikian
Terkadang kurasa diriku terantai...
rantai yang dipegang oleh Sang Penawan
dan akulah tawananNya...
Berontak kadang diriku..
karena memang rantai itu membawaku mengikuti
tidak berjalan sendiri
berkurang bebasku...
bertambah patuhku...
tapi, bila kau sadar rantai itu dipegang oleh orang yang amat mencinta,
bagaimana bisa kau tolak itu....
karena dingin besi berubah jadi hangat uluran tangan
Kalau kau sadar bahwa hanya pada Dia yang amat mencinta
cinta itu sendiri menjadi sebuah kepastian,
bagaimana bisa kautolak itu?
ikatanpun kadang punya makna
seperti cintapun tidak berarti selalu keleluasaan
kadang, kepatuhanpun menjadi bagian yang membahagiakan...
dan dalam masa-masa berontakku,
ketika kembali hangat itu menjalariku,
kembali kukatakan,
aku rela menjadi tawanan
Komentar
Posting Komentar