Manusia-harta-dan kekasihnya
on Yoh 5:1-16
Sesosok manusia berlutut memeluk pundi-pundi
harta semata, jaminan masa depannya
aman di bawah naungan pohon rindang di dekatnya.
sementara, jiwanya mengembara melanglang mayapada
dan matanya terkait sosok kekasih hatinya
yang berjalan menjauh dari dirinya
lebih lagi hatinya...
hati itu telah tertambat dan bertemu dengan sang kekasih
telah sejak masa muda dunia, ia menemui kekasih hatinya..
"Kenapa kau tak bisa berada di sini ??" tanyanya kepada sang kekasih
"Kenapa engkau pergi menginggalkan aku?"
manusia itu merintih dalam kesendiriannya
tiada ia beranjak, dari pundi-pundi yang dijaganya.
Kekasihnya tersenyum....
Sang hwang surya pun seakan tersenyum gembira memandang wajah itu
secerah matari yang menerangi sosok kekasihnya
"Kenapa tidak kautinggalkan pundi itu kasihku?" ujar kekasihnya
"apakah kau tak mau berbagi hangatnya matahari pagi denganku?"
dan, tatapan sang kekasih menawarkan hangatnya kehidupan
"Sungguh, ingin aku bersamamu", teriak manusia itu pada kekasihnya,
"Namun bagaimana akan kutinggalkan pundi milikku...
pundi ini terlalu berat untuk kupikul
ini satu-satunya peninggalan berharga yang kumiliki.."
demikian ia menjadi sedih dalam ratapannya...
"Apakah isinya, hingga engkau lebih memilihnya daripada aku?" kejar kekasihny
"Apakah serupa dewi yang mahasempurna?
atau harta berharga sejuta dunia...?"
"Aku tidak tahu, sungguh, aku tidak tahu...
aku hanya tahu inilah warisanku...
salahkah aku menjaga milikku...???"
ia meratap dalam ucapnya
"Yang isinyapun tidak kau ketahui..." tandas sang kekasih...
"Apakah yang tak kau ketahui lebih nyata dari diriku?"
"lebih nyatakah isi pundi itu dibanding duduk bersamaku dan pelukanku?"..
Manusia itupun terdiam...
tiada tahu ia bagaimana harus bersoal jawab dengan kekasihnya
karena, ia menemukan kebenaran dalam kata-kata sang kekasih
"Mungkin sebaiknya kaulepaskan hartamu itu
karena harta itu menjadi belenggumu, untuk bersamaku
ikutlah denganku kasihku,
merasakan hangatnya matahari dan cerahnya hidup
sementara ini aku akan pergi
menikmati hidup yang diberikan Yang Kuasa padaku"
sang kekasihpun mulai berjalan pergi....
"Aku akan kembali, jangan takut kekasihku.."
"Dan bila suatu saat kau sudah berfikir untuk melepaskan pundi itu...
mungkin kita dapat bersama menjalani pandang dunia ini.."
mo....mungkin aku salah tapi sepertinya orang kaya susah masuk surga tapi khan penting juga "mengembangkan diri secara maksimal". Kalau kita tidak sejahtera bagaimana menolong sesama?
BalasHapusmenurut romo piye....
;))
BalasHapuskaya yang susah masuk surga adalah disposisi orang yang merasa cukup dengan mengesampingkan Allah.
menjadi kaya dalam arti 'mengembangkan diri secara maksimal' tentu upaya ini tidak berarti kaya dalam arti di atas kalau upaya itu tidak mengesampingkan ALlah
yen gak ati2...rasanya bisa nyasar memeluk pundi2 juga ya mo....hehehe
BalasHapus