A Little Piece of Love
Seorang bapak masuk penjara karena narkoba. Isteri yang sangat mencintainya, ingin membantu suaminya yang masuk penjara tersebut. konon, dengan bantuan uang, suaminya dapat menerima remisi waktu dari masa tahanannya yang asli.
Ketika sang istri bertanya kepada orang bijak, mengenai keputusan ini, orang bijak itu mengatakan bahwa lebih baik sang istri membiarkan si bapak itu tetap berada dalam penjara. Dipenjara, kata sang bijak, adalah proses yang harus dilalui oleh sang suami.
********
kadangkala, dorongan cinta yang kita miliki mendesak diri kita untuk berbuat sesuatu bagi orang yang kita kasihi. dorongan itu sungguh manusiawi. kita bersedih tatkala tiada hal yang bisa dibuat untuk membantunya.
Pertanyaannya adalah: itukah cinta?
kadangkala, cinta bisa berarti juga membiarkan orang yang kita cintai menjalani sebuah proses yang memang semestinya ia lalui - betapapun berat proses tersebut - supaya ia bisa berubah menjadi orang yang lebih baik.
Di sana, mungkin kita dihadapkan pada suatu penilaian bahwa kita tidak memperhatikan orang itu. Ia menilai kita sebagai jelek. namun, bukankah jika kita mengikuti kehendaknya, kita menjadi orang yang egois, tidak punya kasih? karena kita takut akan penilaian buruk orang pada kita.
Dengan kasih yang kita miliki, kadangkala kita memang harus berani menanggung resiko. khususnya bila apa yang kita harapkan adalah demi kebaikan dan perkembangan orang yang kita cintai.
Dari Yesus kita bisa belajar, bagaimana dengan cinta-Nya, Iapun rela diolok dan dilukai; namun tetap membiarkan mereka yang melakukannya Dia kasihi. Karena itulah proses terbaik yang harus dilalui, agar orang memahami bagaimana Allah mencintai kita.
Kita mungkin mengenal istilah cinta. Tapi, lebih lagi, belajarlah bagaimana menampilkannya.
(created on June 12th, 2008)
Komentar
Posting Komentar