Iya atau Tidak.....

Engkau tumbuh menjadi dewasa, dengan berbagai tingkah polah dan bahasa. Akupun begitu, dengan segala tingkah polah dan bahasaku.
Bertahun lalu tanpa disadari, sebuah istana kehidupan sudah kita bangun. Masing-masing, dengan berbagai ribut-gembira.
"Ayo kita lihat istana kita. Istanamu, dan Istanaku.", demikian ajakku kepadamu. dan kitapun berpisah jalan, menuju tempat kediaman kita masing-masing.
bergegas aku pulang ke tempat pertemuan kita. Akhirnya aku tahu, engkaupun begitu, setelah kembali kita bertemu, pada tanah lapang dengan satu pohon cemara.
Aku bertanya, "apa yang kaulihat pada istanamu?", dan kau menanyakan kepadaku pertanyaan yang sama, "apa yang kaulihat pada istanamu?".
Ah.. dia menggodaku, demikian aku berkata dalam hatiku. apalagi senyummu misterius kauarahkan padaku.
"Apakah indah istanamu, adakah kau bahagia di sana?", kembali desakku padamu. 
Kau hanya tersenyum, menarik nafas dalam-dalam dan mengangkat kedua tanganmu. Kemudian kau menoleh dan memandangku, masih dengan senyummu. Tanpa jawaban...
Kebersamaan itu berakhir diam. Aku tak mendapatkan apa yang kuharapkan. Jawab dari pertanyaan-pertanyaanku. Akupun tak berani mengatakan apa yang kutemukan. Aku ingin percakapan ini seimbang.
"Apakah jawaban ya atau tidak begitu sulit dikatakan?".
Aku orang yang terbiasa mencoba mengatakan demikian. 'YA' jika memang itu yang ada. 'TIDAK' jika memang begitulah adanya. bagiku, selain hal itu adalah kebohongan.
ah... tetapi paling tidak, aku menemukan senyum tulus dan kedamaian. dan semua itu menjadi sebuah penegasan.
Anggukan ataupun gelengan, tidak pernah memberikan kepuasan, kalau tanpa pemahaman.

Komentar

Postingan Populer